SELAMAT DATANG DI SITUS RESMI THABIB PASHOD AL MUMTAZA. DENGAN SENANG HATI KAMI SIAP MEMBANTU SIAPA SAJA YANG MEMBUTUHKAN KESEMBUHAN TANPA MEMBEDAKAN AGAMA, SUKU, RAS, GOLONGAN DAN LAIN-LAIN. KAMI INSYA ALLAH BUKA PRAKTEK SETIAP HARI PUKUL 07:00 S/D 14:00 WIB KECUALI HARI RABU LIBUR, BIAYA DISESUAIKAN DENGAN KEMAMPUAN MASING-MASING KARENA KAMI NIATKAN UNTUK MEMBANTU SEBANYAK-BANYAKNYA MANUSIA. PASTIKAN BAPAK DAN IBU SUDAH MENGHUBUNGI NOMOR 08111777066 SEBELUM DATANG KE TEMPAT PRAKTEK. TERIMAKASIH TELAH TURUT MENYAMPAIKAN KABAR BAIK INI KEPADA ORANG TERDEKAT ANDA. SEMOGA KEBAIKAN DAN KEBERKAHAN HIDUP DILIMPAHKAN UNTUK KITA SEMUA SEKELUARGA SEPANJANG TAHUN, AAMIIN. MOHON MAAF LAHIR DAN BATHIN.

Jumat, 07 Oktober 2011

ORANG HIDUP HARUS BAHAGIA

ORANG HIDUP HARUS BAHAGIA
KARENA BAHAGIA PANGKAL SEGALANYA

Setiap manusia menginginkan kebahagiaan dalam hidupnya, sedangkan kehidupan yang dilalui oleh manusia tidak sekadar di dunia saja namun juga hingga di akhirat.

Berlimpahnya harta benda, tingginya ilmu pengetahuan, majunya teknologi, banyaknya teman dan saudara yang mendukung, besarnya pengaruh kedudukan dalam tatanan masyarakat, ternyata itu semua tidak bisa menjadi takaran atas kebahagiaan di dunia, apalagi untuk mencapai kebahagiaan hingga di akhirat. Jika kebahagiaan manusia diletakkan pada hal-hal diatas, pasti akan sangat sedikit yang bisa merasakan.

Allah itu Maha Adil, Maha Pengasih dan Maha Penyayang. Allah Ta’ala telah menurunkan AlQur’an sebagai mukjizat petunjuk dan Allah Ta’ala juga mengutus Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam sebagai teladan terbaik agar seluruh ummat manusia bisa mencapai kebahagiaan dalam hidupnya di dunia dan di akhirat.

Kebahagiaan manusia telah Allah Ta’ala letakkan hanya dalam amalan agama secara sempurna. Sejauhmana manusia mau mengamalkan agama secara sempurna maka sejauh itu pula manusia mendapatkan kebahagiaan di dunia dan di akhirat.

Agama adalah segala perintah Allah Ta’ala yang dikerjakan sesuai dengan ajaran Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam. Satu-satunya alasan kenapa kita tidak mampu merasakan bahagia adalah karena kita tidak mengizinkan hadirnya amalan agama dalam keseharian kita.

Orang yang bahagia akan mendapatkan lebih banyak kebaikan dalam hidupnya dan akan memberikan lebih banyak manfaat kepada orang lain.

oleh : 
Thabib Pashod Al Mumtaza
bit.ly/Pashod

Jumat, 30 September 2011

ORANG BAHAGIA HARUS BERSAHABAT DENGAN UJIAN

ORANG BAHAGIA
HARUS BERSAHABAT DENGAN UJIAN


Jangan hanya ucapkan : 
“WAHAI ALLAH, AKU ADA UJIAN YANG SANGAT BESAR”

Tapi ucapkanlah juga : 
“WAHAI UJIAN, AKU ADA ALLAH YANG MAHA BESAR”

Ujian dan cobaan sudah menjadi hal mutlak dalam kehidupan manusia di dunia, sedangkan akhirat adalah tempat bagi kita untuk menerima balasan dari setiap amal perbuatan kita semasa di dunia.

“Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kami akan mengujimu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya). Dan hanya kepada Kami-lah kamu dikembalikan.” (QS. al-Anbiyaa’: 35).

Sahabat Ibnu ‘Abbas Radhiyallahu ‘Anhu (yang diberi keluasan ilmu tafsir AlQur’an) menafsirkan ayat di atas : “Kami akan menguji kalian dengan kesulitan dan kesenangan, kesehatan dan penyakit, kekayaan dan kefakiran, halal dan haram, ketaatan dan kemaksiatan, petunjuk dan kesesatan.” (Tafsir Ibnu Jarir).

Kesenangan, kesehatan, kekayaan, dimudahkan menerima rejeki yang halal, diringankan dalam ketaatan dan senantiasa memperoleh petunjuk hikmah adalah termasuk bagian dari ujian, maka perintah Allah Ta’ala adalah agar kita bersyukur.

Kesulitan, ditimpa penyakit, kefakiran, dihadapkan dengan sesuatu yang haram, berada dalam suasana yang mengandung kemaksiatan dan kesesatan adalah termasuk bagian dari ujian, maka perintah Allah Ta’ala adalah agar kita bersabar.

Ujian tidak dapat dihindari, selama kita masih hidup di dunia maka selama itu pula kita akan terus diuji, maka hendaknya kita jadikan ujian sebagai sahabat kita. 

Bersyukur dan bersabar merupakan cara yang benar dalam bersahabat dengan ujian, yaitu dengan cara :
  1. Segera bertaubat memohon ampun kepada Allah Ta’ala
  2. Memperdalam keyakinan bahwa tidak ada sembahan selain Allah Ta’ala dan Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam adalah hambaNya dan utusanNya.
  3. Mendirikan Sholat dengan khusyu’ dan khudhu’.
  4. Terus menimba ilmu dan melatih potensi diri diikuti dengan kerendahan hati.
  5. Memuliakan hak saudara sesama muslim, menghormati hak sesama manusia dan menjaga hak sesama makhluq ciptaan Allah Ta’ala.
  6. Meluruskan keikhlasan niat disetiap amal perbuatan
  7. Bermanfaat kepada sebanyak-banyaknya orang, berkorban dengan diri dan harta di jalan Allah Ta’ala, menjaga silaturahim, bersedekah disaat lapang maupun sempit.


“Sungguh menakjubkan perkara seorang mukmin, sesungguhnya semua urusannya merupakan kebaikan dan hal ini tidak terjadi kecuali bagi orang mukmin. Jika dia mendapat kegembiraan maka dia bersyukur dan itu merupakan kebaikan baginya, dan jika mendapat kesusahan maka dia bersabar dan ini merupakan kebaikan baginya.” (HR. Muslim).

“Dan apa saja musibah yang menimpamu maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu).” (QS. Asy-Syuura : 30).

”Tidaklah menimpa seorang mukmin rasa sakit yang terus menerus, kepayahan, penyakit, dan juga kesedihan, bahkan sampai kesusahan yang menyusahkannya, melainkan akan dihapuskan dengannya dosa-dosanya.” (HR. Muslim).

“Janganlah kamu mencaci penyakit demam, karena sesungguhnya (dengan penyakit itu) Allah akan mengahapuskan dosa-dosa anak Adam sebagaimana tungku api menghilangkan kotoran-kotoran besi.” (HR. Muslim).

“Tiada suatu bencana pun yang menimpa di bumi dan (tidak pula) pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab (Lauhul Mahfuzh) sebelum Kami menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah. (Kami jelaskan yang demikian itu) supaya kamu jangan berduka cita terhadap apa yang luput dari kamu, dan supaya kamu jangan terlalu gembira terhadap apa yang diberikan-Nya kepadamu. Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang sombong lagi membanggakan diri.” (QS Al Hadid: 22-23).

“Katakanlah (Muhammad), Tidak akan menimpa kami kecuali apa yang telah Allah tetapkan untuk kami, Dialah pelindung kami, dan hanya kepada Allah orang-orang beriman harus bertawakal.” (QS. At Taubah : 51).

“Tidaklah seorang muslim yang tertimpa gangguan berupa penyakit atau semacamnya, kecuali Allah akan menggugurkan bersama dengannya dosa-dosanya, sebagaimana pohon yang menggugurkan dedaunannya.” (HR. Bukhari dan Muslim).

“Sesungguhnya besarnya pahala itu berbanding lurus dengan besarnya ujian. Dan sesungguhnya jika Allah mencintai suatu kaum, Dia akan menguji mereka. Siapa yang ridha, maka baginya ridha(Nya), namun siapa yang murka, maka baginya kemurkaan(Nya).” (HR. Tirmidzi dan Ibnu Majah).




“YA ROBB,
SESUNGGUHNYA AKU TELAH DITIMPA PENYAKIT
DAN ENGKAU ADALAH MAHA PENYAYANG
DI ANTARA SEMUA PENYAYANG”
(QS. AL ANBIYAA : 83)

Oleh :
Thabib Pashod Al Mumtaza
Bit.ly/Pashod



Rabu, 28 September 2011

CARA DARAH DIBERSIHKAN


BAGAIMANA CARA DARAH DIBERSIHKAN ?

Alhamdulillah, Segala puji bagi Allah Ta’ala yang telah menciptakan jantung, dan paru-paru untuk mencuci darah yang kotor menjadi bersih, tugas kita adalah bersyukur dan menjaganya dengan baik.

Dari pembuluh vena, darah kotor masuk ke serambi kanan melalui vena cava superior dan inferior.
Dari serambi kanan, darah kotor dipompa ke bilik kanan melewati katup trikuspid.
Dari bilik kanan, darah kotor disalurkan ke paru-paru melalui katup pulmonalis dan melewati pembuluh arteri pulmonalis.

Sangat banyak terjadi kasus penyempitan pembuluh vena dan penggumpalan darah di daerah katup sehingga menyebabkan gagal jantung kanan.

Di dalam paru-paru, darah dibersihkan, diberi oksigen dan nutrisi lain yang sangat dibutuhkan oleh sel tubuh, sehingga disebut darah bersih.

Dari paru-paru, darah bersih dipompa ke serambi kiri melalui pembuluh vena.
Dari serambi kiri, darah bersih dipompakan ke bilik kiri melalui katup mitral.
Dari bilik kiri, darah bersih yang kaya oksigen ini dipompa ke seluruh tubuh melalui pembuluh arteri.

Kondisi darah tinggi (hipertensi) membuat otot bilik kiri melebar dan mengeras akibatnya dorongan darah ke seluruh tubuh terganggu dan bisa menyebabkan gagal jantung kiri.

Selasa, 14 Juni 2011

DALIL SEPUTAR HIJAMAH BEKAM PASHOD

HADITS SEPUTAR HIJAMAH BEKAM PASHOD


: صحيح البخاري ٥٢٦٣
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ مُقَاتِلٍ أَخْبَرَنَا عَبْدُ اللَّهِ أَخْبَرَنَا حُمَيْدٌ الطَّوِيلُ عَنْ أَنَسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْه أَنَّهُ سُئِلَ عَنْ أَجْرِ الْحَجَّامِ فَقَالَ احْتَجَمَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حَجَمَهُ أَبُو طَيْبَةَ وَأَعْطَاهُ صَاعَيْنِ مِنْ طَعَامٍ وَكَلَّمَ مَوَالِيَهُ فَخَفَّفُوا عَنْهُ وَقَالَ إِنَّ أَمْثَلَ مَا تَدَاوَيْتُمْ بِهِ الْحِجَامَةُ وَالْقُسْطُ الْبَحْرِيُّ وَقَالَ لَا تُعَذِّبُوا صِبْيَانَكُمْ بِالْغَمْزِ مِنْ الْعُذْرَةِ وَعَلَيْكُمْ بِالْقُسْطِ

Shahih Bukhari 5263 : 
Abu Thaibah pernah membekam Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam, lalu Beliau memberinya dua sha' makanan dan menyarankan supaya meringankan beban hamba sahayanya, setelah itu Beliau bersabda, "Sebaik-baik sesuatu yang kalian gunakan untuk obat adalah bekam dan terapi kayu gaharu". Beliau juga bersabda, "Dan janganlah kalian sakiti anak kalian dengan memasukkan jari ke dalam mulut".



: صحيح البخاري ١٩٦١
حَدَّثَنَا مُسَدَّدٌ حَدَّثَنَا خَالِدٌ هُوَ ابْنُ عَبْدِ اللَّهِ حَدَّثَنَا خَالِدٌ عَنْ عِكْرِمَةَ عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ  اللَّهُ عَنْهُمَا قَالَاحْتَجَمَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَأَعْطَى الَّذِي حَجَمَهُ وَلَوْ كَانَ حَرَامًا لَمْ يُعْطِهِ

Shahih Bukhari 1961 : 
Telah menceritakan kepada kami Musaddad, telah menceritakan kepada kami Khalid -dia adalah putra dari 'Abdullah- dari 'Ikrimah dari Ibnu 'Abbas Radhiyallahu 'Anhuma  dia berkata, "Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam berbekam dan membayar orang yang membekamnya. Seandainya membayar bekam itu haram, tentu Beliau tidak akan memberi upah".



  : صحيح البخاري ٢١١٧
حَدَّثَنَا مُوسَى بْنُ إِسْمَاعِيلَ حَدَّثَنَا وُهَيْبٌ حَدَّثَنَا ابْنُ طَاوُسٍ عَنْ أَبِيهِ عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا قَالَاحْتَجَمَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَأَعْطَى الْحَجَّامَ

Shahih Bukhari 2117 : 
Telah menceritakan kepada kami Musa bin Isma'il, telah menceritakan kepada kami Wuhaib, telah menceritakan kepada kami Ibnu Thowus, dari bapaknya dari Ibnu 'Abbas Radhiyallahu 'Anhuma, dia berkata, "Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam berbekam dan memberi upah tukang bekamnya".



  : صحيح البخاري ٥٢٦٢
 حَدَّثَنَا مُسَدَّدٌ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ عَنْ عَمْرٍو عَنْ طَاوُسٍ وَعَطَاءٍ عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَاحْتَجَمَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَهُوَ مُحْرِمٌ

Shahih Bukhari 5262: 
Telah menceritakan kepada kami Musaddad telah menceritakan kepada kami Sufyan dari 'Amru dari Thawus dan 'Atha` dari Ibnu Abbas dia berkata, "Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam pernah berbekam ketika Beliau sedang ihram."



 : صحيح البخاري  ٥٢٦٤
حَدَّثَنَا سَعِيدُ بْنُ تَلِيدٍ قَالَ حَدَّثَنِي ابْنُ وَهْبٍ قَالَ أَخْبَرَنِي عَمْرٌو وَغَيْرُهُ أَنَّ بُكَيْرًا حَدَّثَهُ أَنَّ عَاصِمَ بْنَ عُمَرَ بْنِ قَتَادَةَ حَدَّثَهُ أَنَّ جَابِرَ بْنَ عَبْدِ اللَّهِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَاعَادَ الْمُقَنَّعَ ثُمَّ قَالَ لَا أَبْرَحُ حَتَّى تَحْتَجِمَ فَإِنِّي سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ إِنَّ فِيهِ شِفَاءً

Shahih Bukhari 5264: 
Jabir bin Abdullah Radhiyallahu 'Anhuma pernah menjenguk Muqanna' kemudian dia berkata, "Kamu tidak akan sembuh hingga berbekam, karena aku pernah mendengar Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda, Sesungguhnya padanya terdapat obat".



: صحيح البخاري ٥٢٦٥
حَدَّثَنَا إِسْمَاعِيلُ قَالَ حَدَّثَنِي سُلَيْمَانُ عَنْ عَلْقَمَةَ أَنَّهُ سَمِعَ عَبْدَ الرَّحْمَنِ الْأَعْرَجَ أَنَّهُ سَمِعَ عَبْدَ اللَّهِ ابْنَ بُحَيْنَةَ يُحَدِّثُأَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ احْتَجَمَ بِلَحْيِ جَمَلٍ مِنْ طَرِيقِ مَكَّةَ وَهُوَ مُحْرِمٌ فِي وَسَطِ رَأْسِهِ وَقَالَ الْأَنْصَارِيُّ أَخْبَرَنَا هِشَامُ بْنُ حَسَّانَ حَدَّثَنَا عِكْرِمَةُ عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ احْتَجَمَ فِي رَأْسِهِ

Shahih Bukhari 5265: 
Telah menceritakan kepada kami Isma'il, dia berkata, Telah menceritakan kepadaku Sulaiman dari 'Alqamah bahwa dia mendengar Abdurrahman Al A'raj bahwa dia mendengar Abdullah bin Buhainah menceritakan bahwa Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam pernah berbekam di tengah-tengah kepalanya ketika di lahyil jamal yaitu ketika hendak menuju Makkah, sementara Beliau sedang berihram."



 : صحيح البخاري ٥٢٦٦
حَدَّثَنِي مُحَمَّدُ بْنُ بَشَّارٍ حَدَّثَنَا ابْنُ أَبِي عَدِيٍّ عَنْ هِشَامٍ عَنْ عِكْرِمَةَ عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ احْتَجَمَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي رَأْسِهِ وَهُوَ مُحْرِمٌ مِنْ وَجَعٍ كَانَ بِهِ بِمَاءٍ يُقَالُ لَهُ لُحْيُ جَمَلٍ وَقَالَ مُحَمَّدُ بْنُ سَوَاءٍ أَخْبَرَنَا هِشَامٌ عَنْ عِكْرِمَةَ عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ احْتَجَمَ وَهُوَ مُحْرِمٌ فِي رَأْسِهِ مِنْ شَقِيقَةٍ كَانَتْ بِهِ

Shahih Bukhari 5266 : 
Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam pernah berbekam di kepalanya karena rasa sakit yang di deritanya sementara Beliau sedang berihram, ketika itu beliau singgah di dekat mata air yang bernama Lahyil Jamal. Muhammad bin Sawa' juga berkata, telah mengabarkan kepada kami Hisyam dari Ikrimah dari Ibnu Abbas bahwa Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam pernah berbekam di kepalanya karena rasa sakit yang di deritanya ketika sedang berihram."



: صحيح البخاري ٥٢٦٧
حَدَّثَنَا إِسْمَاعِيلُ بْنُ أَبَانَ حَدَّثَنَا ابْنُ الْغَسِيلِ قَالَ حَدَّثَنِي عَاصِمُ بْنُ عُمَرَ عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ قَالَ سَمِعْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ إِنْ كَانَ فِي شَيْءٍ مِنْ أَدْوِيَتِكُمْ خَيْرٌ فَفِي شَرْبَةِ عَسَلٍ أَوْ شَرْطَةِ مِحْجَمٍ أَوْ لَذْعَةٍ مِنْ نَارٍ وَمَا أُحِبُّ أَنْ أَكْتَوِيَ

Shahih Bukhari 5267 : 
Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda, "Sekiranya ada sesuatu yang lebih baik untuk kalian pergunakan sebagai obat, maka itu ada terdapat pada minum madu, berbekam dan sengatan api panas (terapi dengan menempelkan besi panas di daerah yang luka) dan saya tidak menyukai kay (terapi dengan menempelkan besi panas pada daerah yang luka)."



 : صحيح مسلم ٢٩٥٢
حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ أَيُّوبَ وَقُتَيْبَةُ بْنُ سَعِيدٍ وَعَلِيُّ بْنُ حُجْرٍ قَالُوا حَدَّثَنَا إِسْمَعِيلُ يَعْنُونَ ابْنَ جَعْفَرٍ عَنْ حُمَيْدٍ قَالَ سُئِلَ أَنَسُ بْنُ مَالِكٍ عَنْ كَسْبِ الْحَجَّامِ فَقَالَ احْتَجَمَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حَجَمَهُ أَبُو طَيْبَةَ فَأَمَرَ لَهُ بِصَاعَيْنِ مِنْ طَعَامٍ وَكَلَّمَ أَهْلَهُ فَوَضَعُوا عَنْهُ مِنْ خَرَاجِهِ وَقَالَ إِنَّ أَفْضَلَ مَا تَدَاوَيْتُمْ بِهِ الْحِجَامَةُ أَوْ هُوَ مِنْ أَمْثَلِ دَوَائِكُمْ حَدَّثَنَا ابْنُ أَبِي عُمَرَ حَدَّثَنَا مَرْوَانُ يَعْنِي الْفَزَارِيَّ عَنْ حُمَيْدٍ قَالَ سُئِلَ أَنَسٌ عَنْ كَسْبِ الْحَجَّامِ فَذَكَرَ بِمِثْلِهِ غَيْرَ أَنَّهُ قَالَ إِنَّ أَفْضَلَ مَا تَدَاوَيْتُمْ بِهِ الْحِجَامَةُ وَالْقُسْطُ الْبَحْرِيُّ وَلَا تُعَذِّبُوا صِبْيَانَكُمْ بِالْغَمْزِ

Shahih Muslim 2952 : 
Anas bin Malik ditanya mengenai tukang bekam, dia lalu menjawab, Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam pernah berbekam dan yang membekam beliau adalah Abu Thaibah, lantas beliau memerintahkan (keluarganya) supaya memberikan kepada Abu Thaibah dua gantang makanan, dan beliau menganjurkan kepada tuannya supaya dia (tuannya) meringankan tugas yang dibebankan kepada Abu Thaibah. Beliau bersabda, "Sesungguhnya berbekam adalah pengobatan yang paling utama atau termasuk terapi yang paling baik."



 : صحيح مسلم ٤٠٨٦ 
حَدَّثَنِي نَصْرُ بْنُ عَلِيٍّ الْجَهْضَمِيُّ حَدَّثَنِي أَبِي حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ سُلَيْمَانَ عَنْ عَاصِمِ بْنِ عُمَرَ بْنِ قَتَادَةَ قَالَ جَاءَنَا جَابِرُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ فِي أَهْلِنَا وَرَجُلٌ يَشْتَكِي خُرَاجًا بِهِ أَوْ جِرَاحًا فَقَالَ مَا تَشْتَكِي قَالَ خُرَاجٌ بِي قَدْ شَقَّ عَلَيَّ فَقَالَ يَا غُلَامُ ائْتِنِي بِحَجَّامٍ فَقَالَ لَهُ مَا تَصْنَعُ بِالْحَجَّامِ يَا أَبَا عَبْدِ اللَّهِ قَالَ أُرِيدُ أَنْ أُعَلِّقَ فِيهِ مِحْجَمًا قَالَ وَاللَّهِ إِنَّ الذُّبَابَ لَيُصِيبُنِي أَوْ يُصِيبُنِي الثَّوْبُ فَيُؤْذِينِي وَيَشُقُّ عَلَيَّ فَلَمَّا رَأَى تَبَرُّمَهُ مِنْ ذَلِكَ قَالَ إِنِّي سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ إِنْ كَانَ فِي شَيْءٍ مِنْ أَدْوِيَتِكُمْ خَيْرٌ فَفِي شَرْطَةِ مِحْجَمٍ أَوْ شَرْبَةٍ مِنْ عَسَلٍ أَوْ لَذْعَةٍ بِنَارٍ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَمَا أُحِبُّ أَنْ أَكْتَوِيَ قَالَ فَجَاءَ بِحَجَّامٍ فَشَرَطَهُ فَذَهَبَ عَنْهُ مَا يَجِدُ



Shahih Muslim 4086 : 
Dari 'Ashim bin 'Umar bin Qatadah dia berkata, Jabir bin Abdullah pernah datang pada keluarga kami. Kebetulan, ketika itu ada seseorang yang menderita sakit bengkak bernanah atau luka. Lalu Jabir berkata, Kamu sakit apa? Ia menjawab, Bengkak saya sakit sekali. Jabir berkata, Hai pelayan, panggil tukang bekam kemari! Orang yang sakit itu bertanya, Ya Abdullah, apa yang akan kamu perintahkan pada tukang bekam itu? Jabir menjawab, Saya akan menyuruhnya untuk membekam bengkakmu. Orang sakit itu berkata, Demi Allah, dihinggapi lalat atau tersentuh kainnya saja sakit sekali, apalagi jika dibekam. Ketika Jabir mengetahui bahwa orang yang sakit tersebut enggan untuk dibekam, maka ia pun berkata, Sesungguhnya saya pernah mendengar Rasulullah bersabda, "Di antara penyembuhan yang ampuh adalah berbekam, minum madu atau sundutan dengan panas api." Sabda beliau selanjutnya, "Tetapi aku tidak suka dengan penyembuhan besi yang dipanasi." 'Ashim berkata, Lalu pelayan tersebut datang dengan membawa tukang bekam. Kemudian tukang bekam itu membekam begian tubuh orang yang sakit itu, sehingga hilanglah sakit yang dideritanya.



 : سنن أبي داوود ٣٣٥٩
حَدَّثَنَا مُوسَى بْنُ إِسْمَعِيلَ حَدَّثَنَا حَمَّادٌ عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ عَمْرٍو عَنْ أَبِي سَلَمَةَ عَنْ أَبِي هُرَيْرِةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِنْ كَانَ فِي شَيْءٍ مِمَّا تَدَاوَيْتُمْ بِهِ خَيْرٌ فَالْحِجَامَةُ

Sunan Abu Daud 3359 :  
Telah menceritakan kepada kami Musa bin Isma'il, Telah menceritakan kepada kami Hammad, dari Muhammad bin Amr, dari Abu Salmah, dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda: "Apabila ada sesuatu yang lebih baik untuk kalian gunakan berobat, maka sesuatu tersebut adalah bekam."



: سنن أبي داوود ١٥٦٦
حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ حَنْبَلٍ حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّزَّاقِ أَخْبَرَنَا مَعْمَرٌ عَنْ قَتَادَةَ عَنْ أَنَسٍ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ احْتَجَمَ وَهُوَ مُحْرِمٌ عَلَى ظَهْرِ الْقَدَمِ مِنْ وَجَعٍ كَانَ بِهِ قَالَ أَبُو دَاوُد سَمِعْت أَحْمَدَ قَالَ ابْنُ أَبِي عَرُوبَةَ أَرْسَلَهُ يَعْنِي عَنْ قَتَادَةَ

Sunan Abu Daud 1566 : 
Dari Anas bahwa Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam dalam keadaan berihram berbekam pada bagian punggung telapak kaki karena suatu penyakit yang beliau derita. Abu Daud berkata, saya mendengar Ahmad berkata, Ibnu 'Arubah memursalkan hadits tersebut dari Qatadah.



: سنن أبي داوود ٢٠٢٠
حَدَّثَنَا مُسَدَّدٌ حَدَّثَنَا يَحْيَى عَنْ هِشَامٍ ح و حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ حَنْبَلٍ حَدَّثَنَا حَسَنُ بْنُ مُوسَى حَدَّثَنَا شَيْبَانُ جَمِيعًا عَنْ يَحْيَى عَنْ أَبِي قِلَابَةَ عَنْ أَبِي أَسْمَاءَ يَعْنِي الرَّحَبِيَّ عَنْ ثَوْبَانَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ أَفْطَرَ الْحَاجِمُ وَالْمَحْجُومُ قَالَ شَيْبَانُ أَخْبَرَنِي أَبُو قِلَابَةَ أَنَّ أَبَا أَسْمَاءَ الرَّحَبِيَّ حَدَّثَهُ أَنَّ ثَوْبَانَ مَوْلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَخْبَرَهُ أَنَّهُ سَمِعَ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ حَنْبَلٍ حَدَّثَنَا حَسَنُ بْنُ مُوسَى حَدَّثَنَا شَيْبَانُ عَنْ يَحْيَى قَالَ حَدَّثَنِي أَبُو قِلَابَةَ الْجَرْمِيُّ أَنَّهُ أَخْبَرَهُ أَنَّ شَدَّادَ بْنَ أَوْسٍ بَيْنَمَا هُوَ يَمْشِي مَعَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَذَكَرَ نَحْوَهُ

Sunan Abu Daud 2020 :  
Nabi shallallahu 'alaihi wasallam beliau bersabda: "Telah batal puasa orang yang berbekam dan orang yang dibekam."



: سنن أبي داوود ٢٠٢١
حَدَّثَنَا مُوسَى بْنُ إِسْمَعِيلَ حَدَّثَنَا وُهَيْبٌ حَدَّثَنَا أَيُّوبُ عَنْ أَبِي قِلَابَةَ عَنْ أَبِي الْأَشْعَثِ عَنْ شَدَّادِ بْنِ أَوْسٍ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَتَى عَلَى رَجُلٍ بِالْبَقِيعِ وَهُوَ يَحْتَجِمُ وَهُوَ آخِذٌ بِيَدِي لِثَمَانِ عَشْرَةَ خَلَتْ مِنْرَمَضَانَ فَقَالَ أَفْطَرَ الْحَاجِمُ وَالْمَحْجُومُ قَالَ أَبُو دَاوُد وَرَوَى خَالِدٌ الْحَذَّاءُ عَنْ أَبِي قِلَابَةَ بِإِسْنَادِ أَيُّوبَ مِثْلَهُ

Sunan Abu Daud 2021 : 
Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam datang kepada seseorang di Baqi' sementara orang tersebut sedang berbekam, sementara beliau menggandeng tanganku- selama delapan belas hari yang telah berlalu pada Bulan Ramadhan. Kemudian beliau berkata: "Telah batal puasa orang yang membekam dan yang dibekam."



: سنن أبي داوود ٢٩٦٧
حَدَّثَنَا مُوسَى بْنُ إِسْمَعِيلَ أَخْبَرَنَا أَبَانُ عَنْ يَحْيَى عَنْ إِبْرَاهِيمَ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ يَعْنِي ابْنَ قَارِظٍ عَنْ السَّائِبِ بْنِ يَزِيدَ عَنْ رَافِعِ بْنِ خَدِيجٍ
أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ كَسْبُ الْحَجَّامِ خَبِيثٌ وَثَمَنُ الْكَلْبِ خَبِيثٌ وَمَهْرُ الْبَغِيِّ خَبِيثٌ

Sunan Abu Daud 2967 : 
Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda: "Penghasilan tukang bekam adalah kotor, (usaha yang khusus bekam, dan bukan cuma sesekali membantu bekam - pen) dan harga (uang penjualan) anjing adalah kotor, serta upah pelacur adalah kotor."



: سنن أبي داوود ٣٣٦٣
حَدَّثَنَا أَبُو تَوْبَةَ الرَّبِيعُ بْنُ نَافِعٍ حَدَّثَنَا سَعِيدُ بْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ الْجُمَحِيُّ عَنْ سُهَيْلٍ عَنْ أَبِيهِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ احْتَجَمَ لِسَبْعَ عَشْرَةَ وَتِسْعَ عَشْرَةَ وَإِحْدَى وَعِشْرِينَ كَانَ شِفَاءً مِنْ كُلِّ دَاءٍ

Sunan Abu Daud 3363 : 
Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda: "Barangsiapa berbekam pada tanggal tujuh belas, sembilan belas dan dua puluh satu, (kalender Hijriyah) maka bekam tersebut menjadi obat dari segala penyakit."



: سنن أبي داوود ٣٩١١
حَدَّثَنَا سُلَيْمَانُ بْنُ دَاوُدَ الْمَهْرِيُّ حَدَّثَنَا ابْنُ وَهْبٍ قَالَ أَخْبَرَنِي يُونُسُ عَنْ ابْنِ شِهَابٍ قَالَ كَانَ جَابِرُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ يُحَدِّثُ أَنَّ يَهُودِيَّةً مِنْ أَهْلِ خَيْبَرَ سَمَّتْ شَاةً مَصْلِيَّةً ثُمَّ أَهْدَتْهَا لِرَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَأَخَذَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الذِّرَاعَ فَأَكَلَ مِنْهَا وَأَكَلَ رَهْطٌ مِنْ أَصْحَابِهِ مَعَهُ ثُمَّ قَالَ لَهُمْ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ارْفَعُوا أَيْدِيَكُمْ وَأَرْسَلَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِلَى الْيَهُودِيَّةِ فَدَعَاهَا فَقَالَ لَهَا أَسَمَمْتِ هَذِهِ الشَّاةَ قَالَتْ الْيَهُودِيَّةُ مَنْ أَخْبَرَكَ قَالَ أَخْبَرَتْنِي هَذِهِ فِي يَدِي لِلذِّرَاعِ قَالَتْ نَعَمْ قَالَ فَمَا أَرَدْتِ إِلَى ذَلِكَ قَالَتْ قُلْتُ إِنْ كَانَ نَبِيًّا فَلَنْ يَضُرَّهُ وَإِنْ لَمْ يَكُنْ نَبِيًّا اسْتَرَحْنَا مِنْهُ فَعَفَا عَنْهَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَلَمْ يُعَاقِبْهَا وَتُوُفِّيَ بَعْضُ أَصْحَابِهِ الَّذِينَ أَكَلُوا مِنْ الشَّاةِ وَاحْتَجَمَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَلَى كَاهِلِهِ مِنْ أَجْلِ الَّذِي أَكَلَ مِنْ الشَّاةِ حَجَمَهُ أَبُو هِنْدٍ بِالْقَرْنِ وَالشَّفْرَةِ وَهُوَ مَوْلًى لِبَنِي بَيَاضَةَ مِنْ الْأَنْصَارِ حَدَّثَنَا وَهْبُ بْنُ بَقِيَّةَ حَدَّثَنَا خَالِدٌ عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ عَمْرٍو عَنْ أَبِي سَلَمَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَهْدَتْ لَهُ يَهُودِيَّةٌ بِخَيْبَرَ شَاةً مَصْلِيَّةً نَحْوَ حَدِيثِ جَابِرٍ قَالَ فَمَاتَ بِشْرُ بْنُ الْبَرَاءِ بْنِ مَعْرُورٍ الْأَنْصَارِيُّ فَأَرْسَلَ إِلَى الْيَهُودِيَّةِ مَا حَمَلَكِ عَلَى الَّذِي صَنَعْتِ فَذَكَرَ نَحْوَ حَدِيثِ جَابِرٍ فَأَمَرَ بِهَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقُتِلَتْ وَلَمْ يَذْكُرْ أَمْرَ الْحِجَامَةِ

Sunan Abu Daud 3911 : 
Jabir bin Abdullah pernah menceritakan bahwa seorang wanita Yahudi dari penduduk Khaibar menaburi racun pada daging kambing panggang. Kemudian ia menghadiahkan daging itu kepada Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam, Beliau lantas mengambil lengan kambing tersebut dan memakannya bersama para sahabatnya. Kemudian Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda kepada mereka semua, "Angkatlah tangan kalian semuanya (jangan dimakan lagi)." Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam kemudian mengirim utusan untuk memanggil wanita Yahudi tersebut. Lalu beliau bertanya kepada wanita itu, "Apakah kamu memberi racun pada daging ini?" wanita Yahudi itu menjawab, "Siapa yang memberimu kabar?" beliau menjawab, "Yang memberiku kabar adalah apa yang ada di tanganku ini (daging)." wanita Yahudi itu berkata, "Benar." Beliau bertanya lagi, "Apa yang kamu inginkan?" wanita Yahudi itu menjawab, "Dalam hati aku berkata, 'Jika dia memang seorang Nabi maka dia tidak akan mendapatkan bahaya, tetapi jika bukan seorang Nabi maka kami dapat beristirahat darinya'. Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam lalu memaafkan wanita Yahudi tersebut dan tidak menghukumnya. Para sahabat beliau yang ikut makan daging kambing itu meninggal, sementara Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam membekam pada bagian tengkuknya karena daging yang dimakannya. Lalu beliau dibekam oleh Abu Hind -seorang mantan budak bani Bayadhah dari kaum Anshar- dengan menggunakan tanduk dan pisau tajam."



: سنن الترمذي ١٩٧٦
حَدَّثَنَا عَبْدُ الْقُدُّوسِ بْنُ مُحَمَّدٍ حَدَّثَنَا عَمْرُو بْنُ عَاصِمٍ حَدَّثَنَا هَمَّامٌ وَجَرِيرُ بْنُ حَازِمٍ قَالَا حَدَّثَنَا قَتَادَةُ عَنْ أَنَسٍ قَالَ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَحْتَجِمُ فِي الْأَخْدَعَيْنِ وَالْكَاهِلِ وَكَانَ يَحْتَجِمُ لِسَبْعَ عَشْرَةَ وَتِسْعَ عَشْرَةَ وَإِحْدَى وَعِشْرِينَ قَالَ أَبُو عِيسَى وَفِي الْبَاب عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ وَمَعْقِلِ بْنِ يَسَارٍ وَهَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ غَرِيبٌ

Sunan Tirmidzi 1976 : 
Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam berbekam pada bagian punggungnya. Dan biasanya beliau berbekam pada tanggal sepuluh, Sembilan belas atau dua puluh satu." Abu Isa berkata, Hadits semaknya juga diriwayatkan dari Ibnu Abbas dan Ma'qil bin Yasir. Dan hadits ini adalah hadits hasan gharib.



: سنن الترمذي ١٩٧٧
حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ بُدَيْلِ بْنِ قُرَيْشٍ الْيَامِّيُّ الْكُوفِيُّ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ فُضَيْلٍ حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ إِسْحَقَ عَنْ الْقَاسِمِ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ هُوَ ابْنُ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مَسْعُودٍ عَنْ أَبِيهِ عَنْ ابْنِ مَسْعُودٍ قَالَ حَدَّثَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ لَيْلَةِ أُسْرِيَ بِهِ أَنَّهُ لَمْ يَمُرَّ عَلَى مَلَإٍ مِنْ الْمَلَائِكَةِ إِلَّا أَمَرُوهُ أَنْ مُرْ أُمَّتَكَ بِالْحِجَامَةِ قَالَ أَبُو عِيسَى وَهَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ غَرِيبٌ مِنْ حَدِيثِ ابْنِ مَسْعُودٍ

Sunan Tirmidzi 1977 : 
Rasulullah Shallallaahu 'Alaihi Wa Sallam berkisah tentang malam beliau Isra' Mi'raj, dan sesungguhnya tidaklah beliau melewati sekelompok malaikat kecuali mereka semua menyuruh beliau untuk memerintahkan ummatnya berbekam.



: سنن ابن ماجه ٣٤٧٧
حَدَّثَنَا سُوَيْدُ بْنُ سَعِيدٍ حَدَّثَنَا عُثْمَانُ بْنُ مَطَرٍ عَنْ زَكَرِيَّا بْنِ مَيْسَرَةَ عَنْ النَّهَّاسِ بْنِ قَهْمٍ عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَنْ أَرَادَ الْحِجَامَةَ فَلْيَتَحَرَّ سَبْعَةَ عَشَرَ أَوْ تِسْعَةَ عَشَرَ أَوْ إِحْدَى وَعِشْرِينَ وَلَا يَتَبَيَّغْ بِأَحَدِكُمْ الدَّمُ فَيَقْتُلَهُ

Sunan Ibnu Majah 3477 : 
Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Barangsiapa ingin berbekam maka pilihlah tanggal tujuh belas atau sembilan belas atau dua puluh satu, dan janganlah salah seorang dari kalian mengeluarkan darah yang banyak hingga dapat membunuhnya."



: مسند أحمد ١٩٢٣٧
حَدَّثَنَا عَفَّانُ حَدَّثَنَا أَبُو عَوَانَةَ حَدَّثَنَا عَبْدُ الْمَلِكِ بْنُ عُمَيْرٍ عَنْ حُصَيْنِ بْنِ أَبِي الْحُرِّ عَنْ سَمُرَةَ بْنِ جُنْدُبٍ قَالَ دَخَلْتُ عَلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَدَعَا الْحَجَّامَ فَأَتَاهُ بِقُرُونٍ فَأَلْزَمَهُ إِيَّاهَا قَالَ عَفَّانُ مَرَّةً بِقَرْنٍ ثُمَّ شَرَطَهُ بِشَفْرَةٍ فَدَخَلَ أَعْرَابِيٌّ مِنْ بَنِي فَزَارَةَ أَحَدِ بَنِي جَذِيمَةَ فَلَمَّا رَآهُ يَحْتَجِمُ وَلَا عَهْدَ لَهُ بِالْحِجَامَةِ وَلَا يَعْرِفُهَا قَالَ مَا هَذَا يَا رَسُولَ اللَّهِ عَلَامَ تَدَعُ هَذَا يَقْطَعُ جِلْدَكَ قَالَ هَذَا الْحَجْمُ قَالَ وَمَا الْحَجْمُ قَالَ هَذَا مِنْ خَيْرِ مَا تَدَاوَى بِهِ النَّاسُ

Musnad Ahmad 19237 : 
Dari Samurah bin Jundub dia berkata, "Aku pernah menemui Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam, ketika itu beliau tengah memanggil tukang bekam, lalu tukang bekam itu membawa beberapa tanduk dan menempelkan tanduk-tanduk tadi pada (tubuh) beliau." 'Affan berkata; "Pertama, dengan tanduk, kemudian ia sayat dengan sebilah pisau. Tiba-tiba seorang Arab Badui dari Bani Fazarah salah satu keturunan Bani Jadzimah masuk menemui beliau. Tatkala melihat beliau dibekam, sementara dirinya belum pernah bekam, atau belum pernah mengetahuinya, dia segera berujar; Apakah ini, wahai Rasulullah? Kenapa Anda membiarkan orang ini memotong kulit Anda? Beliau bersabda, "Ini adalah bekam." Ia bertanya lagi, Apakah bekam itu? Beliau menjawab, "Ini adalah sebaik-baik terapi pengobatan untuk manusia."



: مسند أحمد ١٨٠١٩
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ جَعْفَرٍ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ عَنْ عَوْنِ بْنِ أَبِي جُحَيْفَةَ عَنْ أَبِيهِ أَنَّهُ اشْتَرَى غُلَامًا حَجَّامًا فَأَمَرَ بِمَحَاجِمِهِ فَكُسِرَتْ فَقُلْتُ لَهُ أَتَكْسِرُهَا قَالَ نَعَمْ إِنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَهَى عَنْ ثَمَنِ الدَّمِ وَثَمَنِ الْكَلْبِ وَكَسْبِ الْبَغِيِّ وَلَعَنَ آكِلَ الرِّبَا وَمُوكِلَهُ وَالْوَاشِمَةَ وَالْمُسْتَوْشِمَةَ وَلَعَنَ الْمُصَوِّرَ

Musnad Ahmad 18019: 
Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Ja'far, telah menceritakan kepada kami Syu'bah dari 'Aun bin Abu Juhaifah dari bapaknya bahwa ia membeli seorang budak yang berprofesi tukang bekam, lalu ia menyuruh untuk mengambil alat bekamnya kemudian memecahkannya. Maka saya bertanya, "Apakah kamu memecahkannya?" ia menjawab, "Ya, sesungguhnya Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam melarang Tsaman Ad Dam (bayaran dari hasil bekam), hasil penjualan anjing, pendapatan wanita pelacur dan Beliau melaknat orang yang mentato dan yang minta ditato serta melaknati pemakan riba dan orang yang memberi makan dari hasil riba, kemudian beliau juga melaknat tukang gambar."



: مسند أحمد ٢٢٥٨٠
 حَدَّثَنَا يَزِيدُ بْنُ هَارُونَ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ إِسْحَاقَ عَنِ الزُّهْرِيِّ عَنْ حَرَامِ بْنِ سَاعِدَةَ بْنِ مُحَيِّصَةَ بْنِ مَسْعُودٍ قَالَ كَانَ لَهُ غُلَامٌ حَجَّامٌ يُقَالُ لَهُ أَبُو طَيِّبَةَ يَكْسِبُ كَسْبًا كَثِيرًا فَلَمَّا نَهَى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ كَسْبِ الْحَجَّامِ اسْتَرْخَصَ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِيهِ فَأَبَى عَلَيْهِ فَلَمْ يَزَلْ يُكَلِّمُهُ فِيهِ وَيَذْكُرُ لَهُ الْحَاجَةَ حَتَّى قَالَ لَهُ لِتُلْقِ كَسْبَهُ فِي بَطْنِ نَاضِحِكَ

Musnad Ahmad 22580 : 
Dari Hiram bin Sa'idah bin Muhaiyyishah bin Mas'ud berkata, Ia memiliki budak tukang bekam bernama Abu Thaibah, ia mendapatkan banyak uang kemudian saat Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam melarang mengambil keuntungan dari bekam, ia meminta keringanan kepada Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam tapi beliau tidak memberinya, ia terus berbicara kepada Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam mengenai hal itu dan menyebutkan keperluannya hingga Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda kepadanya, "Buanglah hasilnya ke perut tukang penyiram airmu."



: مسند أحمد ٢٢٥٨٦
حَدَّثَنَا عَبْدُ الصَّمَدِ حَدَّثَنَا هِشَامٌ عَنْ يَحْيَى عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ أَيُّوبَ أَنَّ رَجُلًا مِنْ الْأَنْصَارِ حَدَّثَهُ يُقَالُ لَهُ مُحَيِّصَةُ كَانَ لَهُ غُلَامٌ حَجَّامٌ فَزَجَرَهُ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ كَسْبِهِ فَقَالَ أَفَلَا أُطْعِمُهُ يَتَامَى لِي قَالَ لَا قَالَ أَفَلَا أَتَصَدَّقُ بِهِ قَالَ لَا فَرَخَّصَ لَهُ أَنْ يَعْلِفَهُ نَاضِحَهُ

Musnad Ahmad 22586 : 
Telah bercerita kepada kami 'Abdush Shamad, telah bercerita kepada kami Hisyam dari Yahya dari Muhammad bin Ayyub bahwa seorang Anshar bernama Muhaiyyishah bercerita kepadanya, ia memiliki budak tukang bekam, Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam melarangnya untuk mendapat upah dari bekam lalu ia berkata, Bolehkah aku memberi makan anak-anak yatimku darinya? Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda, "Tidak." Ia berkata, Bolehkah aku mensedekahkannya? Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda, "Tidak." lalu Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam memberinya keringanan untuk memberikannya kepada tukang penyiram air miliknya.